orang itu
terluka.
sejenak ia berjalan tertatih. mata nyalang berkeliling; waspada. kemudian berjalan tegak. dan kembali terjatuh. luka di dadanya belum lagi menutup. angin semilir yang mestinya menyejukkan justru mengiris-iris jejak luka.
sunyi.
ia akan terus berjalan dalam diam. genggamlah tangannya. balurkan kehangatanmu. ia mencari lawan-bicara-sesekali. bukan untuk dimiliki. tidak saat ini. sayatan di tubuhnya masih terasa perih. perlahan ia menegakkan kepala. sebelum kembali terjatuh.